Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ulas Tuntas Sistem Roda Pada Sepeda Motor

Ulas Tuntas Sistem Roda Pada Sepeda Motor
Roda terdiri dari ban, pelek (rim) dan jari-jari. Ban telah didesain sedemikian rupa sehingga melekat pada jalan untuk memberikan gaya traksi (dorong) atau gaya rem yang baik menyebabkan sepeda motor tersebut mempercepat atau memperlambat tanpa slip. Untuk mencapai hal ini, ban harus mempunyai tekanan udara yang tepat dan tidak dibolehkan terlampau banyak dibebani.

Oleh sebab itu tekanan ban sangat mempengaruhi handling dan stabilitas, setiap sepeda motor yang dijual di pasaran dilengkapi dengan ban yang sesuai dengan sepeda motor tersebut. Tidak disarankan untuk memakai ban lain kecuali yang ditetapkan oleh manufacture, atau akan membahayakan keselamatan pengendara.

Pelek terbuat dari baja atau almunium, dan dihubungkan dengan naf atau wheel hub melalui jari-jari. Jari-jari tersebut dibuat sedemikian rupa untuk menahan beban dalam daerah radial, tangential dan lateral sehingga jari-jari tersebut dapat menampung perubahan-perubahan dari beban tumbukan.

Oleh sebab itu jari-jari yang longgar akan membuat pelek berubah bentuk sehingga jari-jari dapat menjadi patah. Selain itu jari-jari dan nipples dapat menjadi fatique atau patah karena lelah yang dapat menyebabkan kecelakaan. Setiap kali melakukan trip periksalah apakah ada jari-jari yang longgar.

Ban

Mobil berjalan diatas ban yang terisi udara yang bertekanan. Ban adalah bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Ban-ban ini berputar pada permukaan jalan dan tenaga mesin ditransfer melalui ban.

Ban juga berfungsi sebagai peredam untuk memperlembut kejutan dari permukaan jalan dan menambah kenyamanan berkendara

Konstruksi Ban

Konstruksi Ban
Konstruksi Ban | Sumber. Toyota  Astra Motor, 1995:5-36

Tread (telapak ban) melindungi breaker dan carcass dari sebuah ban dan mencegah keausan ban dan kerusakan di sebelah luar. Selain, itu ban mempunyai pola telapak ban yang bermacam-macam pada permukaannya dan masing-masing pola dimaksudkan untuk pemakaian tertentu.

Tread juga mempunyai fungsi seperti membuang air pada permukaan jalan yang basah dan mencegah slipnya kendaraan  sewaktu gaya pengendara atau pengereman di jalan. 

Breaker terletak antara tread dan carcass. Mereka menyerap kejutan pada carcass dan mencegah perpisahan antara threads dan carcass. 

Carcass dibentuk dengan menyusun lapisan dari beban cord (carcass cord) (tali carcass) yang merupakan rangka dari sebuah ban. Selain itu, carcass mempuyai peran yang dalam menahan beban dan kejutan yang diterapkan pada ban dan tekanan udara di dalam ban. 

Sidewall (dinding samping dari ban) mempunyai peran dalam melindung carcass dan tidak mempunyai kontak dengan permukaan jalan. Sidewall melentur lebih banyak dari pada bagian lain dari sebuah ban sewaktu kendaraan dikendarai. Informasi seperti ukuran ban, nama pabrik pembuatan, dan nama ban, diperlihatkan pada sidewall.

Rim lines (garis pelek) dipakai untuk memeriksa bahwa bead telah duduk pada posisi yang benar sewaktu ban dipasang pada wheel rim  (pelek) 

Bead adalah bagian yang dipasangkan atau direkatkan pada rim pelek. Beberapa buah kawat (bundelan kawat) yang cukup kokoh disebut bead wires dipasangkan dibagian bead. Pada setiap kawan dilapisi dengan karet (semi hard rubber). 

liner adalah lapisan karet dan merupakan lapisan paling dalam dari ban tubless. Yang berfungsi sebagai pengganti ban dalam. lnner liners memegang fungsi untuk mempertahankan tekanan udara ban. 

Tipe Ban

Menurut konstruksi dibedakan menurut carcassnya, 

Ban Bias, carcass untuk ban bias (bias-ply tire) disusun dari lapisan-lapisan benang yang membentuk sudut 30 - 40 terhadap garis tengah ban. 

Ban radial, carcass ban radial terdiri dari lapisan benang yang tegak lurus dengan garis tengah ban. Konstruksi seperti ini sangat fleksibel pada arah radial, tetapi kurang tahan terhadap beban memanjang ke sekeliling roda. Oleh sebab itu ban radial dilengkapi dengan belt (biasa disebut rigid breaker) terbuat dari benang tekstik kuat atau kawat yang dibalut karet. Susunan seperti ini membuat tread lebih rigid.  

Ban radial yang rigid menghasilkan kemampuan membelok dan kemampuan kecepatan tinggi yang baik serta tahanan gelindingnya rendah. Selain itu, ban radial yang rigid juga memiliki daya tahan aus yang tinggi, tetapi bila digunakan pada jalan yang tidak rata (jalan bergelombang) dengan kecepatan rendah maka kenyamanan pengendara menjadi berkurang.  

Konstruksi Ban Bias dan Ban Radial
Konstruksi Ban Bias dan Ban Radial 

Tipe ban menurut jenisnya

Ban biasa dengan ban dalam, Ban biasa di dalamnya terdapat ban dalam untuk menampung udara yang dipompakan ke dalam ban.  Katup atau pentil (air valve) yang menonjol keluar melalui lubang pada pelek menjadi satu dengan ban dalam. Ban biasa ini akan segera menjadi kempes bila tertusuk benda tajam.  

Sede wall pada ban radial lebih fleksibel agar mudah terjadi deformasi. maka pada ban dalam untuk ban radial dibuat lebih kuat dari pada untuk ban biasa.  
Ban tubeless ( ban tanpa ban dalam) tidak menggunakan ban dalam. Tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan dalam ban, yaitu lapisan karet yang kedap udara. Ban tubeless tidak menggunakan ban dalam, maka pentil (air valve) langsung dipasang pada pelek.

Pelek Roda

Ban tidak dapat dipasang langsung pada motor, tapi dipasang pada roda-roda, biasanya pelek (disc wheel). Roda merupaka bagian penting yang menyangkut keselamatan pengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan horizontal, beban pengendaraan, pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu pada ban. 

Tipe Pelek pada Sepeda Motor

Design pelek tergantung dari tipe struktur, material dan metode pembuatan roda dari pabrik yaitu: 

Tipe Pelek Jari-Jari (wire spoke wheel)

Tipe pelek ini adalah jenis pelek tradisional atau yang umum ditemui. Motor dengan pelek ini mempunyai keunikan tersendiri dari segi desain dan estetika. Terbuat dari bahan aluminium/stainless steel atau bahkan bahan campuran.

Pelek ini memiliki kekuatan struktural yang diberikan oleh jari-jari yang menghubungkan antara hub dan pelek. Pelek ini lebih lentur dan lebih liat dan juga kuat karena dapat melengkung ketimbang patah atau pecah sehingga dapat diperbaiki dalam keadaan darurat. 

Tipe Pelek dari Composit (composite wheel)

Tipe ini paling banyak digunakan pada sepeda motor dengan roda kecil. Pelek dibuat dengan menyatukan rim dan hub dengan mengguna- kan baut dan mur. 

Tipe Pelek dari Paduan Besi Tuang (cast alloy wheel) 

Roda dan jari-jari menjadi satu disebut tipe Light alloy disk wheel. Regiditas dan kekuatannya sama dengan sebelumnya, tidak diperlukan penyetelan untuk balancing roda (beda dengan jari-jari yang perlu disetel untuk balancingnya). Desainnya sangat trendi biasanya digunakan motor besar, kadang-kadang pada motor kecil dan motor-motor sport. 

Sistem Rem 

Sistem rem dalam suatu kendaraan sepeda motor termasuk sistem yang sangat penting karena berkaitan dengan faktor keselamatan berkendara.

Sistem rem berfungsi untuk memperlambat dan atau menghentikan sepeda motor dengan cara mengubah tenaga kinetik/gerak dari kendaraan tersebut menjadi tenaga panas.

Perubahan tenaga tersebut diperoleh dari gesekan antara komponen bergerak yang dipasangkan pada roda sepeda motor dengan suatu bahan yang dirancang khusus tahan terhadap gesekan.  

Gesekan (friction) merupakan faktor utama dalam pengereman. Oleh karena itu komponen yang dibuat untuk sistem rem harus mempunyai sifat bahan yang tidak hanya menghasilkan jumlah gesekan yang besar, tetapi juga harus tahan terhadap gesekan dan panas agar bahan tersebut tidak meleleh atau berubah bentuk.

Bahan-bahan yang tahan terhadap gesekan tersebut biasanya merupakan gabungan dari beberapa bahan yang disatukan dengan melakukan perlakuan tertentu. Sejumlah bahan tersebut antara lain; tembaga, kuningan, timah, grafit, karbon, kevlar, resin/damar, fiber dan bahan-bahan tambahan lainnya.

Prinsip Kerja Rem 

Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan (tidak dihubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.

Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakan kendaraan. Sebaliknya, Prinsip kerja rem adalah mengubah energi kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan.

Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang timbul antara dua objek (Toyota, 1995:5-54) 

Tipe Rem

Terdapat dua tipe sistem rem yang digunakan pada sepeda motor, yaitu: Rem tromol (drum brake) dan rem cakram (disc brake).

Cara pengoperasian sistem rem-nya juga terbagi dua, yaitu: secara mekanik dengan memakai kabel baja, dan secara hidrolik dengan menggunakan fluida/cairan. Cara pengopera- sian sistem rem tipe tromol umumnya secara mekanik, sedangkan tipe cakram secara hidrolik. 

Rem Tromol (Drum Brake) 

Rem tromol merupakan sistem rem yang telah menjadi metode pengereman standar yang digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada beberapa tahun belakangan ini. Alasannya adalah karena rem tromol  sederhana dan murah.

Konstruksi rem tromol umumnya terdiri dari komponen-komponen seperti: sepatu rem (brake shoe), tromol (drum), pegas pengembali (return springs), tuas penggerak (lever), dudukan rem tromol (backplate), dan cam/nok penggerak. Cara pengoperasian rem tromol pada umumnya secara mekanik yang terdiri dari pedal rem (brake pedal) dan batang (rod) penggerak.

Rem Cakram (Disc Brake) 

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat dari besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini adalah disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc).  

Post a Comment for "Ulas Tuntas Sistem Roda Pada Sepeda Motor"